PONDOK PESANTREN IMAM MASJID DARUL KHOSYI’IN

Pendahuluan

Masjid bagi umat Islam tidak hanya sebagai sarana ibadah semata saja. Dimasa nabi Muhammad SAW masjid difungsikan sebagai pusat semua sarana dan kegiatan dikala itu, hal itu didukung oleh para sahabat yang memiliki kemampuan ilmu yang memadai dan keahlian mereka di bidang masing-masing.

Namun saat ini kekurangan para imam masjid yang memiliki kemampuan dan mengembangkan potensi jamaah dilingkungannya sangat dirasakan di tengah-tenganh masyarakat. Guna menutupi kekurangan para imam masjid tersebut, maka diperlukan pembinaan kepada para kader-kader yang siap dididik dan dibekali ilmu serta keterampilan melalui kegiatan di berbagai bidang.

Seiring dengan semakin banyaknya jumlah masjid yang berdiri di Indonesia, khususnya di Bogor dan sekitarnya. Maka dianggap perlu diupayakan untuk merekrut para kader dari kaum muslimin-muslimah untuk dibekali dengan ilmu dan seperangkat keahlian penunjang lainnya, agar mereka siap memakmurkan masjid-masjid di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai kegiatan dengan semarak.

Guna mewujudkan keinginan ini maka perlu dididrikan sebuah lembaga yang dapat melahirkan para santri-santri yang siap menjadi imam-imam masjid yang akan dipersiapkan untuk mengajarkan ilmu yang di dapatkannya ke jamaah-jamaah masjid, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya. Dalam hal ini “Pondok Pesantren Imam Masjid Daarul Khosyi’in” yang akan didirikan ini, diharapkan menjadi cikal bakal dalam mewujudkan rencana diatas. Adapun konsep pembinaan yang akan diterapkan kepada para santri di pesantren ini adalah dengan pengabungan unsur-unsur pembinaan yang terpadu diataranya adalah; cari ilmu, dakwah, dan kerja.

Pertama, cari Ilmu. Disini para santrinya mendapatkan materi pengajaran (ta’lim) tentang iman dan amal shaleh sebagai bekal dasar bagi mereka nanti untuk mengemban misi selanjutnya yakni berdakwah kepada masyarakat. Dalam masa ta’lim ini para santri PIM daarul Khosyi’n diwajibkan mengikuti pendidikan (ta’lim) yang diajarkan oleh para ustadz-ustadz pengajar mulai dari ba’da subuh (05.30-07.00 WIB) dan dilanjutkan pada malam harinya (20.00-21.00 WIB). Adapun materi-materi ta’lim yang akan diajarkan kepada santri-santri diantaranya; aqidah, ibadah shalat, tafsir terjemah, fiqih, hapalan qur’an dan berdakwah ke masyarakat.

Dalam proses pembinaan para kader imam-imam masjid ini. Maka akan dipisah menjadi dua level santri, yakni:

  1. Santri Mukim di dalam PIM Daarul Khosyi’in., yaitu para santri yang mengikuti ta’lim dan menginap (mukim tetap) mulai dari hari senen sampai dengan hari sabtu pagi. Dengan masa waktu ta’lim mulai dari pukul 05.30-07.00 WIB, dan malam hari pukul 20.00 WIB-21.00 WIB.
  2. Santri non mukim, yaitu para santri yang mengkuti pendidikan (ta’lim) hanya hari sabtu pagi sampai ahad pagi. Dengan waktu belajar mulai sabtu pukul 05.30-07.00 WIB, dan dilanjutkan pada malam hari pada pukul 20.00-21.00 WIB. Minggu pagi (05.30-07.00 WIB).

Kedua, Dakwah. Kegiatan ini dilakukan melalui aktivitas para santri PIM Daarul Khosyi’in diluar jam ta’lim sehingga diharapkan para santrinya dapat mengemban misi dakwah baik melalui bentuk dakwah dengan lisan, tulisan, atau dakwah bil hal (baik dengan harta, tenaga, pikiran dan akhlaq).

Ketiga, Kerja, adapun pola yang diterapkan yakni bagaimana para santri diajarkan untuk mencari kehidupan duniawi. Disini semua santri diajarkan untuk mandiri “dari mereka, untuk mereka” yaitu dengan cara berdagang/ berjualan. Dan sebagai realisasinya nantinya para santriawan disuruh berjualan produk-produk GM-SKB seperti buku-buku dan VCD MSKN, SKIM, metode tafsir terjemah BURAQ, dll.

Diharapkan dari ketiga jenis perbekalan yang telah didapatkan oleh para santri selama di PIM Daarul Khosyi’in ini menjadi jempatan dalam upaya untuk memberdayakan para kaum muda muslim untuk memakmurkan masjid-masjid di Indonesia.

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: